Kasus kekerasan seksual di Indonesia masih menunjukan angka yang tinggi, mencapai 49,73 persen dari semua bentuk kekerasan yang terjadi.

psos.fis.unm- Dosen Prodi Pendidikan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FIS-H) Universitas Negeri Makassar (UNM), Dr. Andi Octamaya Tenri Awaru, M.Pd., menggelar kegiatan Program Kemitraan Masyarakat, Senin 1 November 2022.

Mengangkat tema Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan Seksual, kegiatan tersebut berlangsung di SD Negeri Barombong dengan melibatkan para guru dan peserta didik, termasuk pengelola UPT SPF.

Dalam ulasannya, Dr. Andi Octamaya Tenri Awaru, M.Pd., menjelaskan bahwa kasus kekerasan seksual di Indonesia masih menunjukan angka yang tinggi. Yakni mencapai 49,73 persen dari semua bentuk kekerasan yang terjadi.

“Maraknya kasus kekerasan seksual terhadap anak dipicu karena masih rendahnya pemahaman pendidikan seksual yang dianggap sesuatu yang tabu dan tidak layak untuk diberikan kepada anak di bawah umur , ” terang Tenri sapaan Andi Octamaya Tenri Awaru.

Sementara Kepala Sekolah SD Negeri Barombong, Abdul Jalil, S.Pd., M.Pd., mengaku bersyukur karena sekolahnya menjadi sasaran edukasi terkait kekerasan seksual yang belum banyak dipahami.

Dari kegiatan ini menujukkan adanya peningkatan pemahaman siswa tentang kekerasan seksual, ini bisa dilihat dari pretes dan postes yang dilaksanakan dalam kegiatan ini.

“Dari hasil prestes yang dilakukan dari 50 peserta diperoleh hasil pengetahuan peserta berada pada rentang 50-65 persen atau berada pada kategori rendah atau sedang. Sedangkan Hasil posts menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan pesertadari ketegori sedang menjadi kategori tinggi yang berada pada rentang 81-95 persen,”ungkapnya.

Menurut Abdul jalil kegiatan ini merupakan kegiatan yang sangat penting dalam memberikan dan menambah pengetahuan siswa tentang kekerasan seksual yang terjadi di sekolah terutama tingkat sekolah dasar.