MAKASSAR, Program Studi (Prodi) Pendidikan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Makassar (UNM) melaksanakan kuliah umum, Kamis (5/11). Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Prof Dr Komaruddin,MSi hadir dalam kegiatan ini. Tema yang diusung; Transformasi Abad 21 dalam Mengembangkan Potensi Generasi Millenial yang Bermutu dan Bermoral.

Kuliah umum secara virtual ini dimulai pukul 10.00 Wita dengan seremoni pembukaan secara sederhana, hingga usai sekitar pukul 12.00 Wita. Dipandu oleh moderator Dr Jamaluddin Arifin,MPd dari Universitas Muhammadiyah Makassar. Pesertanya berkisar 500-an. Berasal dari kalangan mahasiswa, baik dari dalam maupun luar Prodi Pendidikan Sosiologi FIS UNM, guru, profesional maupun pejabat pemerintahan. Termasuk wakil rektor I dan II UNM, para wakil dekan, pimpinan jurusan maupun prodi serta dosen di lingkungan FIS UNM.

 

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial UNM Prof Dr Jumadi,SPd,MSi. Dalam sambutannya, guru besar sosiologi ini menyatakan salut dan bangga dengan tema yang diangkat, yakni Transformasi Pendidikan Abad 21. Hal tersebut sangat relevan dengan kondisi dewasa ini, terutama di dalam mengembangkan potensi generasi millenial yang bermutu dan bermoral, sehingga akan menciptakan sumber daya manusia yang berkompoten serta berkualitas.

Ketua Program Studi Pendidikan Sosiologi Muh Ridwan Said Ahmad,SSos,MPd menyampaikan bahwa kuliah umum ini adalah bagian dari program akademik yang telah disusun. ”Tujuannya untuk memberikan wawasan serta pengetahuan terkini kepada mahasiswa terkait tantangan pendidikan kekinian, serta solusi teoritik untuk menyikapinya dengan menghadirkan narasumber sekaligus pakar di bidang social education,” tuturnya.

Zainal Arifin selaku ketua panitia pelaksana, menyampaikan berbagai hal terkait generasi millenial yang memang menjadi topik hangat perbincangan dikalangan masyarakat. Bukan hanya dari segi pendidikan dan teknologi, tetapi juga perilaku millenial yang diprediksi tahun 2020 ini akan mendominasi populasi di Indonesia dengan porsi 34 persen. Diikuti 20 persen generasi X, dan 13 persen generasi baby boomers.

Lebih jauh, dosen Penddikan Sosiologi ini menuturkan bahwa abad 21 adalah abad keterbukaan atau abad globalisasi. Artinya, kehidupan manusia mengalami perubahan fundamental dari sebelumnya. Teknologi informasi sangat pesat merasuki berbagai sendi kehidupan. Tak terkecuali dibidang pendidikan.

”Karena itu perlu transformasi pembelajaran, yaitu dari peserta didik diberitahu menuju peserta didik mencari tahu. Dari pembelajaran tekstual menuju proses penguatan ilmiah. Dari pembelajaran berbasis konten menuju berbasis kompetensi. Pembelajaran parsial dan verbalisme menuju pembelajaran terpadu dan aplikatif. Pembelajaran yang menyeimbangkan hardskills dan softskills. Pembelajaran yang menerapkan nilai-nilai ing ngarso sung tulodo, ing madya mangun karso, serta tut wuri handayani.Termasuk pembelajaran yang menerapkan bahwa siapa saja adalah guru, siapa saja adalah peserta didik, dan di mana saja adalah kelas,” terangnya. (rls)